Monday, November 21, 2016

ghaibmu


Biar ghaib mu suatu misteri 
Tiada ku mencari sebarang pembayang lagi 
Biar ia bertanda tanya saja
Hati ku dah lama bertitik noktah 
Biar, biar lah berlalu Biar, biar lah begitu 
Biar waktu mengubat rindu 
Tiada ku mencari sebarang penawar pilu
Biar lah mereka tertanya-tanya 
Hati ku dah lama berganti arah 
Mana pergi janji Setia di sisi 
Hanya aku yang tertunggu-tunggu 
Waktu pun berjalan 
Tak berkesempatan 
Kau hilang tanpa pesanan 

banyaklah orang menanam pulut,
saya seorang menanam padi;
banyaklah orang karam di laut,
saya seorang karam di hati.

Kesal hati

Mendongak ke langit,mencari bintang
Lupa,bahawa cahaya bulan sudah cukup terang.
Belayar ke laut,mencari bayu malam,
Lupa,di darat sudah ada hembusan angin sayu pepohonan.
Namun semua tidak memuaskan,kerna itu bukan satu permintaan.

Thursday, October 27, 2016

Setulus Kasih

Kerdipan bintang bertemankan duka nestapa
Seorang insan yang tidak henti berjalan
Mencari sinaran kebahagiaan yang ternyata
Walau malam menyerku sejuta rintangan
Biarpun dilanda kegelapan
Tetap kau menyinarkan harapan
Biarpun beribu onak duri yang ditempuh
Namun kau curahkan setulus kasihmu
Kedengaran bayu bertiupan sayu bumi
Tetapi nalurimu masih berdenyut sepi
Semangatmu membara walaupun suram perjalanan ini
Kerana kau tahu kelam malam takkan abadi
Demi niat suci kasih sayang

Thursday, September 22, 2016

tiada suara



tiada suara - sang hamba kebisuan penantian tak bersudah - merenung kemana impian sesalanku pun bermula sepadannya usia - selama ia menghirup segar pagi senja dan kelam udara tiada cara pmembiaskanmu Cahaya - tidak terarah untuk mengungkap keterbatasan nurani puisi tak berlagu - melupakan untuk dipeduli diKasih beza biar ketara tanpaMu - hanya secebis dipandangan rintihan pabila nafas berlalu pergi menitis air mata dikalung kasihan padaMu - berganti arah mengenal kasih akan yang menyintai berbisik dengan hati apa erti cintaku - terungkai sudah suara tiada bererti setiap daya dan maya memilih kata-kata berselindungkan yang ternyata - bersenandung sang dikasih dalam pinta sepi nista lelahku pun terbela terlerai kepedihan - seakan terantai hilang jua tipu dayanya lama - seakan kehabisan rasa yang diungkap tiada rasa terkilan terbatas asa - redup hatinya tenang suasana "patutkah seseorang itu beriman, sedang tidak diuji". detik pun kian berlalu ku tahu luka itu perlu - lama sudah bertapak menggalas berselindungkan Kenyataan lama ku bertahan ku barsabar - berkurun serasa tiada tertahan rindunya menyimpan rahsia yang sebenar - untuk memperakui kegetiran kerumitan penistaan keberserahan dalam ketakutan dan cinta nan Sejati percuma saja berkorban - sia - sia menyedari menjadi pemilik 'hati' kala itu dulu kini dan selamanya "dikalung kasihan" kasihanku kasihannya –

bunga tanjung, bunga melati,
kembang tujuh di bulan terang,
tinggi gunung sama didaki,
dikala jatuh, mengapa seorang?

Wednesday, May 4, 2016

Aku rindu akan anjung bonda



Aku rindu akan anjung bonda, wakaf bujang dan rokok daun. Setiap hilai tawa yang tercetus, setiap hembusan angin malam yang menyapa badan tidak berbaju, setiap kepulan asap rokok daun yang dilepaskan ibarat membakar satu persatu masalah dan kekusutan. Menanam rasa rindu pada insan, dan menghanyutkan perasaan gusar ke awan biru. Kini anjung itu kosong tidak berpenghuni, tiada lagi hilai tawa mahupun asap rokok yang menemani.

Monday, January 25, 2016

some love stories never end.

it's has been long since the last time i wrote a story and this time..i found a love story that never end...


http://www.elitereaders.com/old-lovers-reunited-by-lost-wallet-after-being-separated-for-60-years/

Monday, September 28, 2015

permataku



Berkali aku membaca ceritanya dan juga aku bandingkan dengan ceritanya, dan selayaknya aku seringkali jatuh cinta akan semuanya. Jarang sekali aku membaca dan menonton cerita tentang cinta, apatahlagi sarat dengan emosi namun kali ini aku memberi pengecualian, kerana ini karya agung yang tak mungkin dapat sedikitpun dipersoal…cerita penuh tragis, seakan nyata dan juga seperti…

 Selama nafasku berhempus
Harapkanmu didepanku
Selama mataku memandang
Hanya kamu cinta matiku

Terimalah dirinya,rintihan hatiku
Yang terbalut dengan doaku
Inilah sumpahku dengarlah dunia

Cintanya slalu abadi
Walau takdir tak pasti
Kau slalu dihati cinta matiku
Slama aku berdoa melayangkan cinta
Yang slalu kujaga

Sumpah mati
 Sumpah mati aku hanya untukmu