Wednesday, October 11, 2017

menggetarkan rasa

seakan tidak percaya,
aku tatap, aku renung hampir setiap hari...
aku rindu,
namun tidak berbalas,
kerna salah dan dosa-dosa yang lalu:
dan sekarang kau tersenyum,
dan aku harap senyum itu manis,
bukan tawar seperti senyum yang aku punya.

Wednesday, September 6, 2017

sedikit ujian dari yang Maha Esa

5 september, terima panggilan tentang rumah kene pecah masuk..terkejut, sedih tapi redha..jika itu yang tertulis...cuma tidak dapat berkongsi rasa, tiada tempat untuk meluah...

Wednesday, January 18, 2017

Aku tunggu kau pulang.



Mungkin ini yang terakhir kali
Kau kian jauh..dari mata dan apatah lagi dari hati ini..kau makin menjauh
Tidak mampu untuk aku gapai,untuk aku rayu…walau bagaimana jua cara
Terkesan dan sesal namun mungkin semua terlambat.
Hanya harap yang tetap aku simpan, andai satu hari kau pulang ke pangkuan.
Tetap jua aku menanti dengan penuh senyum dan dakapan yang terbuka kerna,
Hati ini sentiasa ada cinta yang tidak pernah terluah dengan kata-kata.
Mungkin ego dulu memakan aku sedikit demi sedikin dan hari ke hari.
Aku tunggu kau pulang.

Monday, November 21, 2016

ghaibmu


Biar ghaib mu suatu misteri 
Tiada ku mencari sebarang pembayang lagi 
Biar ia bertanda tanya saja
Hati ku dah lama bertitik noktah 
Biar, biar lah berlalu Biar, biar lah begitu 
Biar waktu mengubat rindu 
Tiada ku mencari sebarang penawar pilu
Biar lah mereka tertanya-tanya 
Hati ku dah lama berganti arah 
Mana pergi janji Setia di sisi 
Hanya aku yang tertunggu-tunggu 
Waktu pun berjalan 
Tak berkesempatan 
Kau hilang tanpa pesanan 

banyaklah orang menanam pulut,
saya seorang menanam padi;
banyaklah orang karam di laut,
saya seorang karam di hati.

Kesal hati

Mendongak ke langit,mencari bintang
Lupa,bahawa cahaya bulan sudah cukup terang.
Belayar ke laut,mencari bayu malam,
Lupa,di darat sudah ada hembusan angin sayu pepohonan.
Namun semua tidak memuaskan,kerna itu bukan satu permintaan.

Thursday, October 27, 2016

Setulus Kasih

Kerdipan bintang bertemankan duka nestapa
Seorang insan yang tidak henti berjalan
Mencari sinaran kebahagiaan yang ternyata
Walau malam menyerku sejuta rintangan
Biarpun dilanda kegelapan
Tetap kau menyinarkan harapan
Biarpun beribu onak duri yang ditempuh
Namun kau curahkan setulus kasihmu
Kedengaran bayu bertiupan sayu bumi
Tetapi nalurimu masih berdenyut sepi
Semangatmu membara walaupun suram perjalanan ini
Kerana kau tahu kelam malam takkan abadi
Demi niat suci kasih sayang

Thursday, September 22, 2016

tiada suara



tiada suara - sang hamba kebisuan penantian tak bersudah - merenung kemana impian sesalanku pun bermula sepadannya usia - selama ia menghirup segar pagi senja dan kelam udara tiada cara pmembiaskanmu Cahaya - tidak terarah untuk mengungkap keterbatasan nurani puisi tak berlagu - melupakan untuk dipeduli diKasih beza biar ketara tanpaMu - hanya secebis dipandangan rintihan pabila nafas berlalu pergi menitis air mata dikalung kasihan padaMu - berganti arah mengenal kasih akan yang menyintai berbisik dengan hati apa erti cintaku - terungkai sudah suara tiada bererti setiap daya dan maya memilih kata-kata berselindungkan yang ternyata - bersenandung sang dikasih dalam pinta sepi nista lelahku pun terbela terlerai kepedihan - seakan terantai hilang jua tipu dayanya lama - seakan kehabisan rasa yang diungkap tiada rasa terkilan terbatas asa - redup hatinya tenang suasana "patutkah seseorang itu beriman, sedang tidak diuji". detik pun kian berlalu ku tahu luka itu perlu - lama sudah bertapak menggalas berselindungkan Kenyataan lama ku bertahan ku barsabar - berkurun serasa tiada tertahan rindunya menyimpan rahsia yang sebenar - untuk memperakui kegetiran kerumitan penistaan keberserahan dalam ketakutan dan cinta nan Sejati percuma saja berkorban - sia - sia menyedari menjadi pemilik 'hati' kala itu dulu kini dan selamanya "dikalung kasihan" kasihanku kasihannya –

bunga tanjung, bunga melati,
kembang tujuh di bulan terang,
tinggi gunung sama didaki,
dikala jatuh, mengapa seorang?